Rapat Koordinasi Pengamanan Dan Rute Lalulintas Menjelang Karya Ngusaba Kedasa Dipura Ulun Danu Batur

  • 11 Maret 2012
Rapat Koordinasi Pengamanan dan Rute Lalulintas Menjelang Karya Ngusaba Kedasa Dipura Ulun Danu Batur

Dalam rangka nyanggra karya ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang jatuh pada saniscara Umanis Bala yang akan datang maka pada hari Kamis (10/03) kemarin dari pihak kepolisian yang dipimpin satkalantas kabupaten Bangli berserta panitia pengamanan yang yang terbentuk mengadakan rapat koordinasi kaitanya dengan pengamanan dan pengaturan lalulintas dan parkir kendaraan pamedek yang akan ngaturang bakti di Piura Ulundanu Batur. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepolisian Bangli, Satkalantas Karangasem, DLLAJ (Dis Hub), Kodim, SATPOLPP, Dinas PU, Pecalang dan Panitian karya.

Dalam paparan Satkalantas Polres Bangli Nyoman Sudiasa menyampaikan bahwa acar rapat tersebut adalah untuk menyamakan persepsi dalam upaya pengamanan dan pengaturan arus Lalin selama karya berlangsung dan pihaknya juga mengundang Satkalntas dari Karanggasem karena berkaitan dengan ruta menuju pura Besakih. Dalam acara rapat tersebut ada beberapa pokok permasalahan yang dibahas antara lain yang pertama dimana Jalur di depan pura adalah jalur utama menuju singaraja, yang kedua jalur tersbut juga menjadi jalur truk pengangkut material berat, ketiga kurangnya tempat parkir, keempat Banyaknya terdapat Ojek liar, kurang tertibnya parkir di sekitar pura, banyak anghkot lalulalang dengan alasan membawa sesajen, tidak adanya kesatuan kata antara petugas yang memberikan informasi, pembuangan Jalur sementara yang dapat mengakibatkan kemacetan di areal yang lain, petugas tidak betah bertahan di pos, Parkir pribadi tidak mengarahkan kendaraan keluar sesuai dengan jalur dan rambu lalin yang ditentukan. Dari sekian banyaknya permasalahan yang ditemuklan dari tahun ketahun maka sudah disepakati dalam rapat tersebut adalah meningkatkan peranan petugas baik kepolisian, pecalang, SATPOLPP untuk mengatur dan mengawasi pemedek yang tangkil agar selalu menggunakan trotoar untuk pejalan kaki sehingga tidak menggagu arus lalin. Para Pedagang juga agar tidak berjualan didepan areal pura yang dapat menimbulkan kemacetan juga kendaraan dan tukang ojek liar yang sering berbuat nakal.

Kaitanya dengan pengaturan arus lalin sudah disepakati dalam rapat koordinasi bahwa arus lalin mengikuti pola pada tahun sebelumnya yaitu memutar yang dari arah payangan atau dari Blancan menuju ke Pludu terus kekanan ke Bayung masuk ke Sekardadi bergabung dengan arus dari Bangli ke utara sampai parkir Tunon. Untuk Kendaraan Besar Bus akan parkir di Tunon dan kendaraan Kecil Kijang sejenisnya terus menuju Parkir di pasar Kintamani tentunya hal ini bersifat situasional begitu juga pemedek yang dari singaraja akan parkir di pasar kintamani. Untuk arus balik dan yang akan menuju Pura Besakih tidak boleh kembali ke jalur pura Batur tetapi memutar ke jalur jalan setra G Kunyit bergabung di jalan Setra Katung terus menuju Pludu dan bergabung ke Bayung dan Sekardadi menuju suter sehingga jalan Suter menjadi satu-satunya rute menuju Besakih. Satkalantas Polres Bangli I Nyoman Sudiasa menghimbau kepada masyarakat luas “demi keselamatan dan kelancaran arus lalulintas agar selama karya berlangsung mematuhi dan mengikuti rambu-rambu dan jalur-jalur yang sudah ditentukan. Harapnya.

Dalam rangka nyanggra karya ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang jatuh pada saniscara Umanis Bala yang akan datang maka pada hari Kamis (10/03) kemarin dari pihak kepolisian yang dipimpin satkalantas kabupaten Bangli berserta panitia pengamanan yang yang terbentuk mengadakan rapat koordinasi kaitanya dengan pengamanan dan pengaturan lalulintas dan parkir kendaraan pamedek yang akan ngaturang bakti di Piura Ulundanu Batur. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepolisian Bangli, Satkalantas Karangasem, DLLAJ (Dis Hub), Kodim, SATPOLPP, Dinas PU, Pecalang dan Panitian karya.

Dalam paparan Satkalantas Polres Bangli Nyoman Sudiasa menyampaikan bahwa acar rapat tersebut adalah untuk menyamakan persepsi dalam upaya pengamanan dan pengaturan arus Lalin selama karya berlangsung dan pihaknya juga mengundang Satkalntas dari Karanggasem karena berkaitan dengan ruta menuju pura Besakih. Dalam acara rapat tersebut ada beberapa pokok permasalahan yang dibahas antara lain yang pertama dimana Jalur di depan pura adalah jalur utama menuju singaraja, yang kedua jalur tersbut juga menjadi jalur truk pengangkut material berat, ketiga kurangnya tempat parkir, keempat Banyaknya terdapat Ojek liar, kurang tertibnya parkir di sekitar pura, banyak anghkot lalulalang dengan alasan membawa sesajen, tidak adanya kesatuan kata antara petugas yang memberikan informasi, pembuangan Jalur sementara yang dapat mengakibatkan kemacetan di areal yang lain, petugas tidak betah bertahan di pos, Parkir pribadi tidak mengarahkan kendaraan keluar sesuai dengan jalur dan rambu lalin yang ditentukan. Dari sekian banyaknya permasalahan yang ditemuklan dari tahun ketahun maka sudah disepakati dalam rapat tersebut adalah meningkatkan peranan petugas baik kepolisian, pecalang, SATPOLPP untuk mengatur dan mengawasi pemedek yang tangkil agar selalu menggunakan trotoar untuk pejalan kaki sehingga tidak menggagu arus lalin. Para Pedagang juga agar tidak berjualan didepan areal pura yang dapat menimbulkan kemacetan juga kendaraan dan tukang ojek liar yang sering berbuat nakal.

Kaitanya dengan pengaturan arus lalin sudah disepakati dalam rapat koordinasi bahwa arus lalin mengikuti pola pada tahun sebelumnya yaitu memutar yang dari arah payangan atau dari Blancan menuju ke Pludu terus kekanan ke Bayung masuk ke Sekardadi bergabung dengan arus dari Bangli ke utara sampai parkir Tunon. Untuk Kendaraan Besar Bus akan parkir di Tunon dan kendaraan Kecil Kijang sejenisnya terus menuju Parkir di pasar Kintamani tentunya hal ini bersifat situasional begitu juga pemedek yang dari singaraja akan parkir di pasar kintamani. Untuk arus balik dan yang akan menuju Pura Besakih tidak boleh kembali ke jalur pura Batur tetapi memutar ke jalur jalan setra G Kunyit bergabung di jalan Setra Katung terus menuju Pludu dan bergabung ke Bayung dan Sekardadi menuju suter sehingga jalan Suter menjadi satu-satunya rute menuju Besakih. Satkalantas Polres Bangli I Nyoman Sudiasa menghimbau kepada masyarakat luas “demi keselamatan dan kelancaran arus lalulintas agar selama karya berlangsung mematuhi dan mengikuti rambu-rambu dan jalur-jalur yang sudah ditentukan. Harapnya.

  • 11 Maret 2012

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita